Kamis, 08 Desember 2016
MAKALAH SIMPUS
MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS
Disusun Oleh :
Nama : Iis Ismawati
Nim : J210150068
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
S1 KEPERWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH SURAKARTA
2015/2016
DAFTAR ISI
Daftar isi…………………………………………………………………………………...
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………...
Latar Belakang Masalah………………………………………………………………….
Rumusan Masalah………………………………………………………………………...
Tujuan Makalah…………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………
A. Pengertian Pukesmas dan SIMPUS………..………………………………………..
B. Program-program SIMPUS………………………………………………………….
C. Manfaat yang diperoleh dari Penggunaan SIMPUS……………………………….
D. Kendala yang dialami para Pengguna SIMPUS……………………………………
E. Upaya-upaya Pencegahan Kesalahan pada Penggunaan SIMPUS……………….
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………
Kesimpulan
Daftar Pustaka
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
SIMPUS adalah program aplikasi yang dikembangkan khusus dari puskesmas, untuk puskesmas dengan melihat kebutuhan dan kemampuan puskesmas dalam mengelola, mengolah dan memelihara data-data yang ada.SIMPUS adalah aplikasi yang bersifat single user atau hanya dapat diaplikasikan hanya oleh satu orang pada saat itu. SIMPUS bukan aplikasi multi user yang memungkinkan satu database diolah bersama-sama oleh beberapa staf, dari beberapa ruang pelayanan yang ada di puskesmas.Puskesmas sebagai salah satu institusi pelayanan umum, dapat dipastikan membutuhkan keberadaan sistem informasi yang akurat dan handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan puskesmas kepada para pengguna (pasien) dan lingkungan terkait. Dengan lingkup pelayanan yang begitu luas, tentunya banyak sekali permasalahan kompleks yang terjadi dalam proses pelayanan di puskesmas. Banyaknya variabel di puskemas turut menentukan kecepatan arus informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan lingkungan puskesmas.
Selama ini banyak puskesmas yang masih mengelola data-data kunjungan pasien, data-data arus obat, dan juga membuat pelaporan dengan menggunakan cara-cara yang manual. Selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratan dari pengelolaan data juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat besar. Beberapa puskesmas mungkin sudah memakai komputer sebagai alat bantu untuk pengelolaan data, hanya saja sampai sekarang belum banyak program komputer yang secara khusus didesain untuk manajemen data di puskesmas. Informasi adalah hasil analisis, manipulasi dan presentasi data untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Berguna atau tidaknya suatu informasi bergan-tung pada tujuan penerima informasi,ketelitian penyampaian dan pengolahan data, waktu, ruang/tempat, pada waktu yang tepat dan dalam bentuk yang tepat.
Menurut Kepmenkes RI No. 932 Tahun 2000, puskesmas melaksanakan mana-jemen kesehatan pada tiga fungsi, yakni fungsi manajemen pasien, manajemen institusi, dan manajemen sistem. Informasi yang berkualitas dalam pengelolaan manajemen pasien memberikan kepastian data untuk upaya penyehatan pasien dan pengobatan yang lebih akurat dan efektif.
Informasi yang berkualitas pada manajemen institusi memberikan kepastian data pengelolaan organisasi pusk-esmas yang efektif, sedangkan informasi yang baik pada manajemen sistem akan menimbulkan ketepatan sasaran pembangunan kesehatan wilayah serta transparansi penyehatan masyarakat. Permasalahan yang terjadi di puskesmas se-Kota Payakumbuh ialah masih adanya duplikasi sistem pencatatan dan pela-poran baik di tingkat manajemen pasien, manajemen unit maupun manajemen program. Selain itu, fragmentasi pencatatan dan pelaporan juga ditemui dari be-berapa kegiatan Puskesmas.
Penataan sistem informasi dalam manajemen kesehatan dapat dimulai dengan pengintegrasian transaksi pencatatan dan pelaporan. Hal ini berimplikasi positif kepada pengurangan duplikasi data yang kurang efektif bagi pengambilan kepu-tusan. Tahapan penataan sistem informasi kesehatan secara dini melalui pengu-kuran kebutuhan informasi bagi pengelolaan manajemen memerlukan peran serta aktif dari pengguna untuk memberikan hasil desain yang lebih mudah diimplikasikan dalam manajemen organisasi.
Penyusunan desain sistem infor-masi manajemen puskesmas dapat dilakukan melalui metode action research yang memandang pengguna bukan sebagai obyek namun sebagai partisipan. Pendekatan ini berfokus terjadinya perubahan yang melibatkan secara aktif pengguna dan peneliti dalam penyusunan desain.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan SIMPUS?
Apa saja program-program yang ada di simpus?
Apa manfaat SIMPUS?
Apa saja upaya untuk mengurangi masalah program SIMPUS?
Tujuan masalah
Menjelaskan sistem informasi manajamen puskesmas bagi pembaca
Memberikan gambaran mengenai SIMPUS
Memberikan wawasan baru kepada pembaca.
Memberikan manfaat kepada pembaca makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
SIMPUS adalah sebuah sistem Informasi yang terintegrasi dan didesain multi user yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen puskesmas. Dalam implementasinya, Digital Sense telah merilis dua versi sekaligus yaitu berbasis desktop (OS Windows) dan berbasis web (OS Open Source). Atau SIMPUS adalah aplikasi yang bersifat single user atau hanya dapat diaplikasikan hanya oleh satu orang pada saat itu. SIMPUS bukan aplikasi multi user yang memungkinkan satu database diolah bersama-sama oleh beberapa staf, dari beberapa ruang pelayanan yang ada di puskesmas.
SIMPUS ini terdiri atas berbagai modul yaitu: Admin Sistem (manajemen user), Loket, Poli BP/umum, Poli Gigi, Lab/Radiologi, Apotek, Poli KIA, UGD, Rawat Inap, Kegiatan Luar Gedung/UKM, Pojok Gizi, Pelayanan KB, Manajemen Aset, dan Kepegawaian. Memungkinkan koneksi online Dinas Kesehatan ke Puskesmas/ Pustu secara real time. Dengan luasnya lingkup pekerjaan di puskesmas, maka SIMPUS nantinya akan dikembangkan secara modular, atau terpisah antara program kerja yang satu dengan program kerja yang lain.
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota yang mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, yaitu usaha kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif pada wilayah kerjanya. Selain itu, juga mempunyai kewajiban administrasi untuk membuat dan memelihara rekam medis pasien.
Berbagai kendala dalam implementasi SIMPUS ataupun program aplikasi yang sudah pernah dialami di berbagai daerah ikut menjadi masukkan untuk menentukan model pengembangan SIMPUS. Kendala-kendala yang secara umum sering dijumpai di puskesmas antara lain : • Kendala di bidang Infrastruktur Banyak puskesmas yang hanya memiliki satu atau dua komputer, dan biasanya untuk pemakaian sehari-hari di puskesmas sudah kurang mencukupi. Sudah mulai banyak pelaporan-pelaporan yang harus ditulis dengan komputer. Komputer lebih berfungsi sebagai pengganti mesin ketik semata. Selain itu kendala dari sisi sumber daya listrik juga sering menjadi masalah. Puskesmas di daerah-daerah tertentu sudah biasa menjalani pemadaman listrik rutin sehingga pengoperasian komputer menjadi terganggu. Dari segi keamanan, banyak gedung puskesmas yang kurang aman, sering terjadi puskesmas kehilangan perangkat komputer.
• Kendala di bidang Manajemen Masih jarang sekali ditemukan satu orang staf atau petugas atau bahkan unit kerja yang khusus menangani bidang data/komputerisasi. Hal ini dapat dijumpai dari tingkat puskesmas ataupun tingkat dinas kesehatan di kabupaten/kota. Pada kondisi seperti ini nantinya akan menjadi masalah untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas data-data yang akan ada, baik dari segi pengolahan dan pemeliharaan data, maupun dari segi koordinasi antar bagian.
• Kendala di bidang Sumber Daya Manusia Kendala di bidang SDM ini yang paling sering ditemui di puskesmas. Banyak staf puskesmas yang belum maksimal dalam mengoperasikan komputer. Biasanya kemampuan operasional komputer didapat secara belajar mandiri, sehingga tidak maksimal. Belum lagi dengan pemakaian komputer oleh staf yang kadang-kadang tidak pada fungsi yang sebenarnya.Dengan luasnya lingkup pekerjaan di puskesmas, maka SIMPUS nantinya akan dikembangkan secara modular, atau terpisah antara program kerja yang satu dengan program kerja yang lain. Beberapa hal mengenai SIMPUS antara lain : • Menggunakan Sistem Operasi Windows, menampilkan tampilan secara grafis dan mudah digunakan. Untuk proses keluaran data bahkan hampir semua tampilan bisa di akses dengan menggunakan tetikus (mouse). • Menyimpan informasi riwayat kunjungan dari pasien dengan akurat. Penomoran Index yang tepat dan benar akan lebih mempermudah dalam proses pencarian data pasien tertentu. • Input data yang cepat, dengan sumber data dari kartu registrasi pasien. Desain masukkan data yang dikembangkan dengan mengacu pada pengalaman di puskesmas menjadi pertimbangan utama untuk membuat proses entry harus cepat. Dalam kondisi normal hanya butuh waktu dibawah 1 menit untuk memasukkan satu data pasien. • Dapat menampilkan rekapitulasi data pasien dan obat, serta membuat pelaporan LB1 dan LPLPO dengan cepat. Periode keluaran data dapat ditetapkan sesuai dengan kebutuhan, dari data harian, periode harian, mingguan, bulanan atau tahunan. • Dapat menampilkan data 10 Besar / 20 Besar penyakit dengan cepat. • Menampilkan data-data keluaran secara tabel maupun secara grafik dengan cepat. • Dapat digunakan untuk melakukan filter data kunjungan dengan cepat dan mudah, sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
PROGRAM-PROGRAM SIMPUS
1)Fitur unggulan yang terdapat dalam simpus ini antara lain: Tata tampilan gambar view tab yang menarik ( berbasis GUI / Graphical User Interface) dan user friendly.
2) Fasilitas entri data kegiatan pelayanan Puskesmas baik dalam maupun luar gedung (laporan/output bisa disatukan sesuai kebutuhan).
3) Fasilitas pencarian pasien, cetak Buku Pasien, Paper pasien dan Kartu Pasien, cetak Surat Keterangan (sakit,sehat dan Kematian), cetak Surat Rujukan RS (Umum, ASKES, ASKESKIN)
4) Fasilitas pencarian pasien secara cepat
5) Fasilitas untuk mencari data pasien, dengan fasilitas ini registrasi pasien bisa dilakukandengan cepat, kurang dari 1 menit.
6) Fasilitas view dan cetak rekam medik pasien
7) Diagnosa (dx) penyakit sudah menggunakan ICD X
8) Fasilitas warning untuk alergi
9) Database obat lengkap (bisa ditambahkan sendiri) baik obat dari Dinas maupun Swadaya
10) Fasilitas Pembuatan resep Obat bisa dalam bentuk Puyer
11) Fasilitas Perhitungan stok opname dan LPLPO Obat/alkes dilakukan secara otomatis, sesuai dengan penggunaannya.
Manfaat SIMPUS
Manfaat yang diterima bagi kedokteran mauun pasien dalam sistem ini antara lain:
Bagi dokter:
1. Mempermudah pekerjaan dokter dalam menyusun arsip-arsip kesehatan.
2. Tidak mengeluarkan biaya kertas dalam peyimpanan data.
3. Tidak memerlukan biaya banyak dalam menggunaan SDM karena hanya beberapa saja yang diggunakan untuk membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat.
4. Tidak membuang waktu yang cukup banyak bagi para penyelenggara kesehatan ditingkat puskesmas gondokusuman.
5. Proses regristasi yang cepat dan mudah
Bagi pasien:
1. Regristrasi yang cepat sehingga masalah pasien cepat diobati
2. Kesehatan pasien cepat teratasi
3. Tidak perlu membawa kartu banyak dalam merasakan pelaanan setiap berobat di puskesmas yang sama dan beda karena arsip kesehatan pasien yang sudah ada disana.
4. Kepuasan dan harapan pasien terpenuhi sebesar-besarnya.
Bagi pemerintah:
1. membantu menyelesaikan masalah kesehatan ditingkat daerah teratasi dan mengakibatkan keberhasilan dalam mengatasi masalah kesehatan ini.
2. mendorong keberhasilan dalam suatu keputusan pemerintah dan mengguranggi permasalahan dalam negara.
Upaya-upaya untuk mengurangi masalah program SIMPUS
Upaya- upaya yang diggunakan untuk menggurangi penggunaan simpus antara lain:
1). Pembekalan ilmu keterampilan ditiap-tiap puskesmas terutama puskesmas gondokusukan II karena kurangnya keahlian dalaman penggunaan program ini membuat kendala bagi berlangsungnya program ini. Sehingga perlu didaya gunakan kursus / pelatihan dalam penggunaan program simpus ini.
2). Diberlakukannya waktu-waktu kerja bagi para penyelengara pelayanan kesehatan ini. Karena sering adanya regristrasi yang selalu berlangsung ini tanpa adanya waktu untuk merangkap jadi satu arsip sehingga terjadinya percampuran arsip-arisp lainnya dan membuat program kacau sehinga perlu adanya penggunaan waktu yang seefisien mungkin.
3.) Peletakkan petugas-petugas khusus palam setiap hal. Hal ini berguna memperkecil masalah pelaporan berkas tentang kesehatan dipukesmas dan daftar kunjungan pasien beberapa hari ini.
4).Pemberian dana dari pemerintah pusat kepada tiap-tiap puskesmas yang ada disekeliling masyarakat. Hal ini dikarenakan memecahkan masalah yang dialami oleh puskesmas dalam faktor ekonomi. Sehingga fasilitas yang ada dapat dirasakan dan membuat kesehata masyarakat semakin meningkat.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
SIMPUS adalah Sistem manajemen yang digunakaan untuk memperbantukan tugas suatu penyelenggara kenyamanan yaitu kedokteran kepada para pasien yang ingin berobat ke suatu organisasi yaitu organisasi puskesmas.
Dalam organisasi ini suatu badan tidak berjalan sesuai harapan karena sistem baru ini sulit dkendalikan atau diggunakan bagi istsasti puskemas dan di suatu istansiini memliki kekuranga sdm dalam mengolah aplikasi ini dan mengalami kendala dalama proses pembiayaan seperti puskesmas gondokusuman II ini. Aplikasi yang terdapat dalam sistem ini cukup banyak jika sdm dalam istasi puskesmas ini menggunakan semaksmal mungkin dan didorong dengan pembiayaan yang cukup pasti akan mngalami peningkatan dalan pelayaanan ini. Dan akan bermanfaat bagi m pemerintah dalam menangani masalah kesehatan yang ada di suatu daerah atau suatu lingkup negara.
Dari hal ini perlu adanya suatu tata cara atau pembekalan mengenai menggunakan suatu siste ini kepada SDM yang ada di suatu instasi atau organisasi puskesmas gondokusuman II selain itu adanya campurtangan pemerintah dalam perizinan mnggunakan suatu sistem ini dan memberikan biaya kepada setiap puskesmas yang ada disluruh Indonesia terutama puskesmas yang ada didaerah-daerah terpenting contohnya puskesmas gondokusuman II yang terletak di wlayah Jogjakarta. Proses pendesainan sistem informasi manajemen pasien dilakukan melalui pen-gintegrasian sistem pencatatan dan pelaporan terutama register pencatatan medik. Proses ini mampu mengurangi duplikasi pencatatan di unit pelayanan puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka disarankan sebagai berikut :
1. Dinas Kesehatan menjembatani rancangan desain sis-tem informasi manajemen puskesmas yang dibangun oleh partisipasi puskesmas sendiri dalam bentuk yang lebih aplikatif, berupa pemrogra-man komputer, evaluasi maupun monitoring pelaksanaan.
2. Adopsi pelaksanaan pencatatan dengan metode yang baru (elektronik) membutuhkan kemampuan lebih terhadap penguasaan teknologi diband-ingkan metode sebelumnya. Untuk itu hendaknya pimpinan puskesmas lebih arif dalam memberikan kesempatan untuk memperoleh ketrampilan tambahan operasional komputer bagi petugas puskesmas.
3. Perubahan-perubahan untuk perbaikan suatu sistem di masa mendatang berkaitan dengan sistem informasi hendaknya tetap melibatkan partisipasi aktif dari pelaksana sistem itu sendiri.
Saran:
Dari makalah yang telah disajikan perlu adanya kerjasama antara instasi public dengan istansi pemerintah dalam menyelesaikan asalah kesehatan yang mengakibatkan suatu negara kurang atau tidak dapat maju-maju yang berakibat juka bagi faktor faktor lain.
Daftar Pustaka
http://manajemen-pelayanankesehatan.net/papua/images/materi/A5-7.pdf/tanggal 13 oktober 2015,jam 20:00 wib.
http://contohmakalah4.blogspot.co.id/2011/02/sistem-informasi-manajemen-puskesmas.html/tanggal 13 oktober 2015,jam 19:50 WIB
https://aplikasisimkes.wordpress.com/2011/01/18/aplikasi-sistem-informasi-manajemen-puskesmas-simpus/ tgl 13 oktober 2015 jm 19.25
http://www.digital-sense.net/simpus tgl 13 oktober 2015 jm 19.25
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar